Jundi Alwan

Saat itu waktu berhenti. Pentas yang luar biasa. Terpatri dalam hati Tuan.

sunset at savanna
Photo by Jonathan Borba on Unsplash

takdir memberi iba
persilakan Tuan terpejam
bertualang ke satu masa
sebentar saja

terpejam
kala Ia sedang pentas
bayu dan ilalang berpasangan
menari lincah
diiringi orkestra para kumbang

Dia tersenyum lembut
pipi merona cerah
kumbang pun malu
tatapnya penuh harapan dan cita
tak sabar dengan waktu

dada terasa hangat
saat itu waktu berhenti
pentas yang luar biasa
terpatri dalam hati Tuan

ucapkan selamat tinggal
Ia pamit pada tuan
rehatkan punggung sejenak
sebelum pentas di panggung selanjutnya

membuka mata
Tuan menatap Dia
masih tersenyum manis
abadi dan terbingkai
menatap sendu Tuan

pukul sembilan lewat tiga puluh
Ia terbangun
dimana tuan
ketel tak bertuan tak menjawab

--

--

Photo by unknown on pxhere.com (CC0 Public Domain)

Pukul delapan
Puspa putih berguguran
Pucat tak berseri
Angkuh tak peduli
Ia masih mendengkur
Langit masih tidur

Sang danau terbaring koma
Dipanggil pun tak beriak
Peri-peri langit berdansa
Gaun hijau pernik perak
Dewi angin tak peduli
Menari kian menjadi

Tuan sudah ditunggu
Tatapnya sendu
Tak kuasa membayang pilu
Tak bisa menahan Rindu

Tekad tuan sudah bulat
Takdir dihunuskan
Malaikat tersenyum
Tuan menangis

Pukul sembilan
Pangeran api menjulur
Jumpa ketel tak bertuan
Langit masih tidur

--

--

Jundi Alwan

Jundi Alwan

A Polymath. Learn everyday, everywhere. Currently working with amazing team at Bahasa.ai.